Sunday, December 12, 2010

Tahun ke Tahun

Tahun pertama adalah saat di mana aku pertama kali bertemu dan mengenalnya. Dia baik, ramah, dan aku mulai menyukainya.

Memang sempat ada satu hal yang membuatku menarik kata-kata itu kalau dia baik dan ramah, tapi itu hanya untuk beberapa hari. Hari selanjutnya aku kembali menyukainya.

Tahun kedua dia mulai mengenaliku, hingga akhirnya kami saling mengenal.

Tahun kedua terasa seru bagiku, karena kami sering kali berdebat akan hal yang tidak penting, dan kami mulai dekat.

Aku mulai menjadi orang kepercayaannya, dan kami mulai sering saling bertukar cerita.

Tahun ketiga, aah aku paling suka tahun ini, ya sangat suka. Jika aku bisa memutar waktu maka aku ingin sekali mengulang saat ini.

Pada tahun ini aku semakin dekatnya, dan aku mulai mencintainya, hingga aku pun mengutarakan perasaan ini kepadanya. Ia pun menjadi cinta pertamaku.

Tanpa aku sangka ternyata dia juga mencintaiku, ia pun juga mengutarakannya kepadaku.

Banyak kejadian-kejadian lucu yang aku alami dan aku rindukan di tahun ketiga ini.

Dia sering sekali berkata "ya", bahkan dalam satu jam dia bisa mengatakan lebih dari 100 kali kata "ya."

Kejadian lain yang aku ingat adalah saat valentine, aku memang tidak merayakannya, begitu juga dengannya. Namun karena banyak sekali temanku yang memberikan coklat kepada pasangannya, saat dia lewat di hadapanku, dia pun berkata "Mana coklatnya?" Ah andai saja waktu itu memiliki coklat, pasti akan ku berikan kepadanya.

Dan kau tahu, pada tahun ini adalah pertama kalinya ia memegang tanganku penuh perasaan, dan itu berhasil membuat hatiku bergetar.

Di akhir tahun ketiga, aku mengatakan kepadanya kalau aku tidak ingin berpisah dengannya, dan ia pun mengatakan "Kalau mau kita terus bersama-sama bisa kok, jangan pindah dari sini. Doaku selalu menyertaimu kok." Tahukah engkau, kalimat itu sempat membuatku meneteskan air mata.

Di tahun ke empat, aku semakin dekatnya, bahkan mungkin terlalu dekat. Aku pun semakin mencintainya, tak ada keraguan akan hal itu.

Kami memang tidak dapat bertemu sesering dulu, namun kami selalu menyempatkan waktu untuk bertemu.

Pada tahun ini kami mulai lebih terbuka terhadap diri masing-masing, karena tidak ada rahasia di antara kami.

Kita mulai suka berpetualang bersama, kamu mengajakku berjalan-jalan agar aku mengetahui lingkungan sekitar.

Di suatu saat aku menceritakan tentang mimpiku dan aku merasa salah, dia pun berkata "Tidak ada yang salah, mungkin itu maksudnya agar aku selalu menjaga kamu." Apa kamu tahu saat kau mengatakannya, hal itu berhasil membuatku menangis.

Tahun ke empat juga merupakan tahun yang cukup menyedihkan untukku. Berbagai masalah kami hadapi di tahun ini.

Namun masalah itu tidak membuat kami bertengkar, justru membuat kami semakin tangguh dan cinta kami pun semakin kuat.

Pada tahun ke lima aku merasa kita saling memiliki. Aku semakin mencintaimu, dan aku tidak ingin berpisah denganmu.

Kamu tidak henti-hentinya memberikan semangat untukku di saat aku merasa putus asa, menghibur di kala aku sedih, dan meyakinkan aku bisa di saat aku yakin bahwa aku sudah gagal.

Pada tahun ini kita sudah melangkah semakin jauh, hal itu juga membuatku semakin tidak ingin melepaskanmu.

Sekarang tak terasa sudah tahun ke enam sejak aku mengenalmu.

Teriak di dalam batinku untuk dapat memilikimu.

Entah apakah kamu bisa menerima apa yang aku inginkan, atau justru akan menjauh dariku.

Kamu terlalu baik untuk aku marahi, kamu terlalu aku sayangi dan cintai untuk dibenci, hanya saja kamu terlalu lama untuk aku tunggu. Namun orang tidak punya hati macam apa aku ini jika sampai tega untuk melupakan dan menyakitimu.

Karena kamu adalah orang yang paling berarti dalam hidupku.

Tak lama lagi tahun ke tujuh akan segera menyambut kita.

Kejutan-kejutan apa lagi yang akan aku dapatkan darimu.

Satu hal yang aku yakin adalah aku semakin tidak dapat melepaskanmu.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo