Friday, December 3, 2010

Dialah yang Aku Cari!

Di suatu negeri yang terbilang kecil ― namun tak terpencil ― tapi cukup besar untuk dijelajahi hiduplah seorang anak perempuan yang sedang mencari apa itu arti cinta sebenarnya. Awalnya dia bukanlah anak yang terlalu suka membahas tentang cinta. Karena sering kali saat mendengar temannya bercerita merasakan di sakiti oleh orang yang mereka sayangi, maka dari itu ia pun mengambil kesimpulan sendiri kalau cinta hanya membuat seseorang sakit dibuatnya, walaupun terdapat perasaan berbunga-bunga sekalipun, untuk apa jika pada akhirnya merasa di sakiti. Cukup lama pendapatnya tentang cinta itu tetap bermuara di pikirannya, dan memang dia belum pernah jatuh cinta sekalipun.

Tapi siapa yang sangka, suatu saat dia menemukan seorang lelaki yang bisa membuatnya luluh sekaligus mengubah 180° persepsinya bahwa cinta itu hanya membuat sakit seseorang. Pada awalnya dia memang hanya menyukai lelaki itu karena sifatnya yang ramah, tapi seiring dengan berjalannya waktu ― sedikit demi sedikit ― ia pun mulai menyukai sosok lelaki itu. Sebelumnya ia merasakan ada keraguan dengan perasaan yang dirasakannya, tapi seberapa pun seringnya ia mengatakan tidak kepada orang-orang, tetap saja hatinya tidak bisa berbohong bahwa ia jatuh cinta.

Saat itu dia masih terlalu malu untuk mengakui bahwa dirinya sedang merasakan indahnya jatuh cinta karena dia agak sedikit merasa aneh dengan rasa cintanya. Ia sering mengatakan kepada dirinya sendiri, "Aku tidak menyukainya, dan mana mungkin aku bisa suka padanya." Tapi semakin lama ia merasa kalau rasa cintanya ini semakin kuat. Ia memang bukan anak yang mudah untuk jatuh cinta kepada seseorang, tapi siapa yang menyangka ketika dia sedang jatuh cinta, dia akan berjuang habis-habisan demi kelangsungan perasaannya.

Saking penasarannya dengan apa itu jatuh cinta, di pun sering bertanya dengan teman-temannya tentang tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta. Ia pun merasakan adanya kecocokkan antara yang temannya ucapkan dengan yang ia alami. Setiap kali ia bertemu dengan lelaki yang disukai, jatungnya selalu berdegup kencang. Saat ia ingin berbicara dengannya pun, ucapannya langsung terbata-bata. Hingga akhirnya ia pun mengakui kepada dirinya sendiri, "Aku jatuh cinta kepadanya. Ya, jatuh cinta."

Hari demi hari pun ia jalani dengan penuh rasa berbunga-bunga di hatinya, dia merasakan adanya kecocokkan dengan lelaki itu. Rasa cintanya pun semakin lengkap setelah ia mengetahui kalau lelaki itu ternyata juga mencintainya. Rasanya seperti mendapatkan sesuatu yang paling berharga saat ia mengetahuinya.

Banyak hal yang ia pelajari dari lelaki itu, seperti tentang apa itu arti cinta sesungguhnya, tentang kesetiaan, kasih sayang, dan saling mengerti satu sama lain. Ia pun semakin mencintai lelaki itu, dan ia berjanji akan selalu ada untuknya dan membuat lelaki itu bahagia ada di sisinya, dan tak akan membuatnya sakit. Perjalanan cinta mereka juga telah melalui halang rintangan, dan mereka dapat melakukan itu secara bersama-sama. Mungkin itulah yang disebut dengan kekuatan cinta, jika kita dapat mempersatukan cinta yang tulus, maka kita akan dapat melewati berbagai rintangan untuk diselesaikan bersama-sama.

Namun betapa pun ia merasakan akan kesempurnaan rasa cinta yang ia miliki, ada beberapa hal yang membuatnya tak bisa mempersatukan rasa cintanya. Seperti sedang mengalami kontroversi rasanya, ia memiliki banyak keyakinan, tapi juga tak sedikit keraguan yang ia rasakan, dan ia pun berkata berkata seperti ini:

"Ya Tuhan, aku baru kali ini merasakan jatuh cinta dengan seseorang. Aku tulus sekali mencintainya, aku rela berbuat apa saja untuknya, asal ia akan bahagia. Sering sekali aku berpikir apakah ia adalah jodohku, tapi sepertinya bukan. Ada berbagai faktor yang membuatku berpikir kalau ia bukanlah jodohku. Ya Tuhan, sudah berbagai hal yang kami lalui bersama, dan semua itu terasa begitu indah. Aku sudah sangat merasa senang jika berada di sisinya."

"Ya Tuhan, dia bagaikan aset yang paling berharga dan begitu berarti dalam hidupku. Aku tahu kami tidak akan pernah bisa dipersatukan, dan aku menyadari akan hal itu. Walaupun aku tahu kalau aku pasti akan sangat bahagia jika bisa bersamanya, dan aku rasa begitu juga dengannya. Setelah apa yang telah kami lalui bersama, mendengar ucapannya, aku tahu ia juga akan bahagia bila bersama denganku. Aku tidak mungkin melepaskan dan melupakannya begitu saja, sekalipun aku tau ia tidak akan pernah menjadi milikku. Adalah hal yang menyakitkan jika aku melakukan itu, dan itu akan terasa seperti membunuhku."

"Ya Tuhan, bukankah Engkau menciptakan manusia untuk hidup berpasangan? Tapi mengapa saat aku menemukan orang yang sangat aku cintai, kami tidak dapat dipersatukan? Adakah rencana lain di balik semua ini? Sebetulnya siapa lelaki itu? Mengapa benih-benih cinta dapat tumbuh di antara kami?"

"Ya Tuhan, aku tahu ini mungkin tidak akan terjadi. Tapi aku hanyalah manusia biasa yang tak akan pernah berhenti untuk berharap, berusaha, dan berdoa. Jika saja memang lelaki itu adalah jodohku, aku mohon permudahlah kami untuk selalu bersama. Dan jika memang ia jodohku, tunjukkanlah kami bahwa kami memang pantas untuk dipersatukan. Jauhkanlah kami dari segala halang rintang yang menghadang."

"Dan jika dia memang bukanlah jodoh untukku, aku bisa menerimanya. Karena aku tau cinta tak harus memiliki. Aku tau itu memang akan terasa berat dan sulit untukku, karena aku merasa sudah begitu menyatu dengannya. Tapi jika memang itulah jalan yang terbaik dan mungkin aku bisa lebih dekat dengannya tanpa dapat memilikinya, aku ikhlas."

"Ya Tuhan, aku hanya memohon agar kami tetap dapat selalu bersama walau waktu dan keadaan telah memisahkan kami. Jangan jadikan semua itu menjadi jurang pemisah di antara kami. Biarkanlah kami untuk tetap saling merasakan indahnya hari-hari di mana kami dapat terus bertemu untuk saling bergandengan tangan, saling menghangatkan, dan saling memberi satu sama lain."

"Ya Tuhan, jika ia memang bukan Engkau ciptakan untukku, aku ikhlas. Namun biarkan cinta ini tetap bersemi dan bersemayam di hati kami. Biarkan cinta ini tetap tumbuh untuk menghiasi hari-hari kami. Aku berjanji tidak akan membuatnya sakit, karena aku terlalu mencintainya. Biarkanlah kami untuk tetap saling mengingat dan menyimpan rasa cinta ini."

"Ya Tuhan, inilah cinta yang selama ini aku cari dan dambakan. Rasa cinta ini sangat kuat, tidak akan musnah begitu saja. Semua yang cinta butuhkan telah aku temui pada lelaki itu. Izinkanlah kami untuk tetap selalu mencintai dan menyayangi satu sama lain hingga akhir waktu. Aku selalu ingin berada di sisinya, di dalam dekapannya, dalam genggaman tangannya, dan di dalam hatinya."

"Ya Tuhan, sampaikanlah salam rinduku kepadanya, sampaikanlah bahwa aku sangat mencintainya, dan tidak ada keraguan akan hal itu."

Sekarang ia pun mengerti betapa berharganya arti sebuah cinta. Ia pun juga sadar bahwa hal yang paling indah adalah mencintai dan dicintai oleh seseorang. Mulai saat itulah dia tidak pernah lagi meragukan akan kekuatan cinta.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo