Siapa nih yang lagi mengerjakan skripsi, atau mungkin yang akan segera bertemu dengan skripsi atau sejenisnya (Tugas Akhir dan Karya Ilmiah)? Sepertinya skripsi memang menjadi sesuatu yang teramat sangat sensitif bagi mahasiswa tingkat akhir. Ya, di dunia perkuliahan hanya ada tiga kalimat yang dianggap tidak sopan untuk ditanyakan kepada seorang mahasiswa. Pertama adalah menanyakan IP atau IPK. Pertanyaan seperti "IP/IPK lo berapa?" dianggap pertanyaan yang tidak sopan di kalangan mahasiswa karena sifatnya yang begitu sensitif. Terlepas dari IP/IPK yang bersangkutan tinggi atau rendah, tetap saja pertanyaan tersebut sebaiknya tidak ditanyakan kepada mahasiswa. Menariknya, yang biasanya melontarkan pertanyaan tersebut adalah mereka yang belum menjadi mahasiswa. Dan dianggap tidak sopan (mungkin) karena mereka yang bertanya dianggap belum tahu 'kejamnya' dunia perkuliahan. Oleh karena itu tidak ada sesama mahasiswa yang menanyakan IP/IPK temannya, karena mereka tahu betul apa itu IP/IPK.
Kedua adalah menanyakan semester berapa. Bukan menjadi masalah bagi mereka yang masih berada di semester satu sampai enam. Tapi begitu menginjak semester tujuh, entah kenapa pertanyaan tersebut menjadi begitu sensitif. Terlebih bagi mereka yang mulai datangnya mahasiswa baru sampai sampai si mahasiswa baru itu jadi mahasiswa tingkat akhir tapi keberadaan dia masih ada di kampus. Biasanya pertanyaan "Lo semester berapa?" menjadi sangat sangat sangat sensitif. Nah sudah jelas kan, kalau pertanyaan semester berapa saja sensitif, apalagi pertanyaan "Kapan lulus?" atau "Sudah lulus apa belum?", rasanya begitu menohok. Namun bersyukurlah karena dunia kampus tidak ada seragam. Mahasiswa baru bisa seperti mahasiswa lama, mahasiswa lama ya mahasiswa lama saja. Tidak ada yang tahu, kecuali teman satu jurusan. Mau yang lama atau yang baru, kalau tiba-tiba ketemu di jalan mau bertanya, pasti manggilnya "Mas" atau "Mbak".
Ketiga tentunya pertanyaan terkait skripsi. Namun dari sekian banyaknya pertanyaan yang sensitif tentang skripsi, adalah satu pertanyaan yang teramat sangat sensitif bagi mereka yang sedang mengerjakan skripsi, yaitu "Skripsi lo sudah sampe mana?". Serius deh, itu pertanyaan yang paling bikin lemas. Buat mereka yang jalannya mulus-mulus saja sih bisa jawab dengan lantang "Gue sudah mulai bikin bab 1", "Gue lagi nyusun proposal", "Gue lagi nyari tempat penelitian" dan jawaban-jawaban lainnya. Tapi buat mereka yang skripsinya tidak semulus layar handphone yang baru beli kemarin, mendengar pertanyaan tersebut hati rasanya ngilu, pedih, sakit, dan perasaan-perasaan lainnya.
Nah, balik lagi ke skripsi. Sebenarnya skripsi itu apa sih? Kalau menurut Wikipedia sih istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan karya ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Kalau menurut saya sih intinya skripsi syarat buat lulus S1, sudah itu saja engga perlu panjang-panjang penjelasannya. Jadi jelas kan, kalau skripsi itu cuma ada di Indonesia. Iya, di Indonesia.
Sebenarnya dalam mengerjakan skripsi itu bisa dibilang susah-susah gampang, atau mungkin ada beberapa yang menganggapnya gampang-gampang susah. Nah, saya punya beberapa tips buat kalian yang sedang atau akan menghadapi skripsi. Semoga bisa memberikan sedikit pencerahan.
1. Mengajukan judul satu semester sebelumnya. Yah jangankan satu semester sebelumnya, sudah waktunya mengambil skripsi saja belum kepikiran judulnya apa. Justru! Justru dengan waktu yang masih cukup lama, kamu masih bisa menggali lebih dalam mengenai judul yang kamu ambil. Tukar pikiran dengan dosen pun bisa lebih tenang, karena (sebenarnya) kamu belum dikejar target.
2. Pilih tema yang memang disukai dan dikuasai. Jangan sekali-kali kamu memilih tema yang sama sekali tidak kamu mengerti, karena apa yang kamu tulis harus dipertanggungjawabkan di hadapan dosen-dosen saat sidang. Selain itu pilih tema yang sederhana dan memang standar S1. Engga usah kebanyakan gaya mau melakukan penelitian ini itu yang rumitnya minta ampun kalau mau cepat selesai. Ingat! Standar S1 itu hanya sebatas bagaimana melakukan penelitian dan membuat laporan yang benar, bukan menemukan teori-teori baru. Jadi engga perlu menuntut judul yang muluk-muluk.
3. Cari judul yang menarik. Hindari judul yang mirip atau sama dengan senior-senior terdahulu. Selain engga menarik, penguji juga sudah hapal banget celah-celah buat menguji skripsi kamu. Judul yang simpel bukan berarti pasaran kan? Pilih topik yang gampang, tapi engga gampangan, dan jangan terlalu idealis dengan topik yang kamu pilih karena sama saja dengan menyusahkan diri kamu sendiri.
4. Buat target. Dalam mengerjakan skripsi, buat target yang jelas. Kapan harus bimbingan, cari referensi, kapan proposal harus selesai, kapan harus ujian, kapan datang ke tempat penelitian, kapan harus lulus, dan target-target lainnya. Kalau kamu engga punya target yang jelas, pasti kamu selalu mengulur-ulur waktu, karena kamu engga punya batas yang jelas, jadi kamu mengerjakan kapan kamu mau saja.
5. Kejar dosen pembimbing. Saat menyusun skripsi adakalanya kamu menemukan kesulitan. Apa yang harus kamu lakukan? Bukan pasrah, tapi kejar terus dosen pembimbing kamu. Ingat, dosen kerja dan digaji untuk membimbing mahasiswanya! Namanya juga pembimbing, sudah jelas kan tugasnya untuk membimbing mahasiswa. Jadi jangan takut untuk minta pencerahan dengan mereka. Selagi cara kamu minta untuk bimbingan masih sopan, dosen pasti mau kok.
6. Kesulitan? Ungkapkan! Tidak dapat dipungkiri kalau memang ada dosen dengan standar yang tinggi untuk mahasiswa bimbingannya. Tidak jarang standar tersebut membuat mahasiswa menjadi kesulitan, dan memadamkan semangat mengerjakan skripsi. Satu hal yang perlu kamu lakukan adalah ungkapkan kesulitan kamu kepada dosen pembimbing. Katakan kalau kamu sudah berusaha, namun kamu belum/tidak berhasil mendapatkan yang mereka inginkan. Atau ketika dosen pembimbing meminta kamu untuk meneliti hal yang tidak sesuai dengan passion kamu, katakan kalau kamu tidak menyukainya. Ingat, yang meneliti itu kamu, yang mengerjakan itu kamu, yang tahu kemampuan kamu ya kamu, yang akan diuji juga kamu, jadi jangan mau dipersulit!
7. Jangan teralu penurut. Jadi mahasiswa yang menurut memang baik, tapi penurut yang saya maksud di sini adalah ketika kamu benar tapi disalahkan, kamu iya-iya saja. Sekarang sudah bukan jamannya lagi berlaku Pasal 1 dan 2. Kalau kamu benar, katakan dengan sopan. Kalau perlu sertakan bukti-bukti pendukung untuk lebih meyakinkan bahwa kamu memang benar. Saya sendiri pernah bertengkar dengan dosen pembimbing saya karena masalah yang sangat sepele. Namun karena saya tahu bahwa saya benar, tentunya saya tidak mau disalahkan. Well, memang ada kalanya kamu kontra dengan pendapat dosen, jika memang kamu merasa benar katakan saja. Jika menyangkut penelitian, usahakan jawaban kamu berdasarkan referensi ilmiah. Sudah salah, ngasal pula!
8. Capek? Istirahat. Setiap hari mengerjakan skripsi, dari pagi hingga larut malam, maka adalah hal yang wajar jika ada satu waktu kamu merasa begitu lelah mengerjakan skripsi tersebut. Istirahatlah. Tubuh kamu juga perlu diperhatikan, jangan sampai karena terlalu fokus dengan skripsi, kesehatanmu terlupakan. Tapi ingat, jangan terlalu lama. Karena sering kali ketika sudah terlalu menikmati waktu istirahat, justru membuat malas untuk kembali mengerjakan skripsi karena sudah terbuai dengan angin-angin santai.
9. Cari referensi jurnal dan buku terbaru. Jangan gunakan referensi yang sudah terlalu lama walaupun masih relevan dengan tema yang kamu angkat. Carilah referensi terbaru untuk lebih memperkaya pengetahuan kamu. Untuk mencari referensi skripsi, gunakan Google Scholar, Ebsco, atau Proquest. Selain itu jangan malas datang ke perpustakaan, karena dari perpustakaan kamu juga bisa mendapatkan pencerahan-pencerahan yang sebelumnya tidak terpikirkan.
10. Estimasikan biaya, tenaga, dan waktu. Terutama untuk skripsi yang memerlukan data langsung ke lapangan, kamu harus hitung kira-kira berapa biaya yang akan kamu habiskan. Mulai dari ongkos, print, foto copy, dan lainnya. Dengan jarak dan biaya yang sedemikian, kira-kira memang pantas atau tidak dengan tenaga yang kamu punya. Ingat ,kamu engga cukup sekali datang ke lapangan. Terakhir adalah waktu. Berapa waktu yang perlu kamu tempuh untuk ke lokasi, ditambah kalau harus menunggu dulu, atau ada keperluan-keperluan lainnya, semua harus diperhitungkan.
11. Jangan bosan menunggu dosen pembimbing. Terkadang walaupun mahasiswa sudah janjian dengan pembimbing, tapi kenyataannya dosen tersebut tiba-tiba ada rapat atau acara lainnya. Tugas kamu cuma satu, sabar menunggu. Memang terkadang mahasiswa harus menunggu sampai berjam-jam hanya untuk bimbingan yang (bahkan) tidak sampai 10 menit. Tapi kalau kamu malas menunggu, berarti skripsi kamu semakin tertunda untuk selesai.
12. Hindari teman yang malas. Bukan maksudnya saya mengajarkan untuk pilih-pilih teman. Tapi khusus buat kamu yang akan atau sedang mengerjakan skripsi, kamu harus hindari atau mengurangi bergaul terlalu sering dengan teman-teman kamu yang malas. Karena tanpa kamu sadari, pelan-pelan kamu akan terbawa oleh ritme kemalasan mereka. Malas itu menular! Mulai dari menunda bimbingan hari ini dengan alasan bisa besok, sudah terlalu siang atau sore, kemudian menunda mengerjakan skripsi karena main-main dulu dengan kedok refreshing, padahal sampai di rumah kamu sudah terlalu capek untuk menyentuh skripsi, hingga akhirnya rasa malas jadi melekat dan skripsi pun terbengkalai.
13. Belajar mandiri. Khususnya bagi kamu yang ke mana-mana selalu nempel sama teman, pacar, atau sebangsanya. Ketika kamu sudah berurusan sama skripsi, maka kamu harus belajar untuk mandiri. Mau bimbingan tapi maunya ada temannya, terus teman kamu mendadak engga bisa, kamu jadi engga bimbingan. Mau ke tempat observasi, minta diantar sama teman/pacar. Mendadak mereka sakit atau halangan lainnya, kamu engga jadi pergi. Kapan selesainya skripsi kamu? Belajarlah untuk tidak selalu mengandalkan orang lain, karena mereka pun punya kesibukannya masing-masing, dan kamu engga selamanya bisa mengandalkan mereka. Ada kalanya kamu harus berjuang sendiri.
14. Berdoa. Ini adalah hal penting yang tidak boleh terlupakan. Setelah kamu sudah berusaha keras, jangan lupa untuk berdoa dan minta doa restu kepada orang tua juga penting agar perjalanan kamu dalam mengerjakan skripsi menjadi lebih mudah.
Well, kira-kira itulah tips yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi yang akan atau sedang menyusun skripsi. Ingat, kamu kuliah engga gratis, beasiswa yang dikasih juga ada batasnya, dan teman-teman kamu satu persatu—bahkan yang paling dekat dan yang paling kamu andalkan—akan meninggalkan kamu dengan urusannya masing-masing. So, jangan menunda-nunda untuk segera lulus.
2. Pilih tema yang memang disukai dan dikuasai. Jangan sekali-kali kamu memilih tema yang sama sekali tidak kamu mengerti, karena apa yang kamu tulis harus dipertanggungjawabkan di hadapan dosen-dosen saat sidang. Selain itu pilih tema yang sederhana dan memang standar S1. Engga usah kebanyakan gaya mau melakukan penelitian ini itu yang rumitnya minta ampun kalau mau cepat selesai. Ingat! Standar S1 itu hanya sebatas bagaimana melakukan penelitian dan membuat laporan yang benar, bukan menemukan teori-teori baru. Jadi engga perlu menuntut judul yang muluk-muluk.
3. Cari judul yang menarik. Hindari judul yang mirip atau sama dengan senior-senior terdahulu. Selain engga menarik, penguji juga sudah hapal banget celah-celah buat menguji skripsi kamu. Judul yang simpel bukan berarti pasaran kan? Pilih topik yang gampang, tapi engga gampangan, dan jangan terlalu idealis dengan topik yang kamu pilih karena sama saja dengan menyusahkan diri kamu sendiri.
4. Buat target. Dalam mengerjakan skripsi, buat target yang jelas. Kapan harus bimbingan, cari referensi, kapan proposal harus selesai, kapan harus ujian, kapan datang ke tempat penelitian, kapan harus lulus, dan target-target lainnya. Kalau kamu engga punya target yang jelas, pasti kamu selalu mengulur-ulur waktu, karena kamu engga punya batas yang jelas, jadi kamu mengerjakan kapan kamu mau saja.5. Kejar dosen pembimbing. Saat menyusun skripsi adakalanya kamu menemukan kesulitan. Apa yang harus kamu lakukan? Bukan pasrah, tapi kejar terus dosen pembimbing kamu. Ingat, dosen kerja dan digaji untuk membimbing mahasiswanya! Namanya juga pembimbing, sudah jelas kan tugasnya untuk membimbing mahasiswa. Jadi jangan takut untuk minta pencerahan dengan mereka. Selagi cara kamu minta untuk bimbingan masih sopan, dosen pasti mau kok.
6. Kesulitan? Ungkapkan! Tidak dapat dipungkiri kalau memang ada dosen dengan standar yang tinggi untuk mahasiswa bimbingannya. Tidak jarang standar tersebut membuat mahasiswa menjadi kesulitan, dan memadamkan semangat mengerjakan skripsi. Satu hal yang perlu kamu lakukan adalah ungkapkan kesulitan kamu kepada dosen pembimbing. Katakan kalau kamu sudah berusaha, namun kamu belum/tidak berhasil mendapatkan yang mereka inginkan. Atau ketika dosen pembimbing meminta kamu untuk meneliti hal yang tidak sesuai dengan passion kamu, katakan kalau kamu tidak menyukainya. Ingat, yang meneliti itu kamu, yang mengerjakan itu kamu, yang tahu kemampuan kamu ya kamu, yang akan diuji juga kamu, jadi jangan mau dipersulit!
7. Jangan teralu penurut. Jadi mahasiswa yang menurut memang baik, tapi penurut yang saya maksud di sini adalah ketika kamu benar tapi disalahkan, kamu iya-iya saja. Sekarang sudah bukan jamannya lagi berlaku Pasal 1 dan 2. Kalau kamu benar, katakan dengan sopan. Kalau perlu sertakan bukti-bukti pendukung untuk lebih meyakinkan bahwa kamu memang benar. Saya sendiri pernah bertengkar dengan dosen pembimbing saya karena masalah yang sangat sepele. Namun karena saya tahu bahwa saya benar, tentunya saya tidak mau disalahkan. Well, memang ada kalanya kamu kontra dengan pendapat dosen, jika memang kamu merasa benar katakan saja. Jika menyangkut penelitian, usahakan jawaban kamu berdasarkan referensi ilmiah. Sudah salah, ngasal pula!
8. Capek? Istirahat. Setiap hari mengerjakan skripsi, dari pagi hingga larut malam, maka adalah hal yang wajar jika ada satu waktu kamu merasa begitu lelah mengerjakan skripsi tersebut. Istirahatlah. Tubuh kamu juga perlu diperhatikan, jangan sampai karena terlalu fokus dengan skripsi, kesehatanmu terlupakan. Tapi ingat, jangan terlalu lama. Karena sering kali ketika sudah terlalu menikmati waktu istirahat, justru membuat malas untuk kembali mengerjakan skripsi karena sudah terbuai dengan angin-angin santai.9. Cari referensi jurnal dan buku terbaru. Jangan gunakan referensi yang sudah terlalu lama walaupun masih relevan dengan tema yang kamu angkat. Carilah referensi terbaru untuk lebih memperkaya pengetahuan kamu. Untuk mencari referensi skripsi, gunakan Google Scholar, Ebsco, atau Proquest. Selain itu jangan malas datang ke perpustakaan, karena dari perpustakaan kamu juga bisa mendapatkan pencerahan-pencerahan yang sebelumnya tidak terpikirkan.
10. Estimasikan biaya, tenaga, dan waktu. Terutama untuk skripsi yang memerlukan data langsung ke lapangan, kamu harus hitung kira-kira berapa biaya yang akan kamu habiskan. Mulai dari ongkos, print, foto copy, dan lainnya. Dengan jarak dan biaya yang sedemikian, kira-kira memang pantas atau tidak dengan tenaga yang kamu punya. Ingat ,kamu engga cukup sekali datang ke lapangan. Terakhir adalah waktu. Berapa waktu yang perlu kamu tempuh untuk ke lokasi, ditambah kalau harus menunggu dulu, atau ada keperluan-keperluan lainnya, semua harus diperhitungkan.
11. Jangan bosan menunggu dosen pembimbing. Terkadang walaupun mahasiswa sudah janjian dengan pembimbing, tapi kenyataannya dosen tersebut tiba-tiba ada rapat atau acara lainnya. Tugas kamu cuma satu, sabar menunggu. Memang terkadang mahasiswa harus menunggu sampai berjam-jam hanya untuk bimbingan yang (bahkan) tidak sampai 10 menit. Tapi kalau kamu malas menunggu, berarti skripsi kamu semakin tertunda untuk selesai.
12. Hindari teman yang malas. Bukan maksudnya saya mengajarkan untuk pilih-pilih teman. Tapi khusus buat kamu yang akan atau sedang mengerjakan skripsi, kamu harus hindari atau mengurangi bergaul terlalu sering dengan teman-teman kamu yang malas. Karena tanpa kamu sadari, pelan-pelan kamu akan terbawa oleh ritme kemalasan mereka. Malas itu menular! Mulai dari menunda bimbingan hari ini dengan alasan bisa besok, sudah terlalu siang atau sore, kemudian menunda mengerjakan skripsi karena main-main dulu dengan kedok refreshing, padahal sampai di rumah kamu sudah terlalu capek untuk menyentuh skripsi, hingga akhirnya rasa malas jadi melekat dan skripsi pun terbengkalai.
13. Belajar mandiri. Khususnya bagi kamu yang ke mana-mana selalu nempel sama teman, pacar, atau sebangsanya. Ketika kamu sudah berurusan sama skripsi, maka kamu harus belajar untuk mandiri. Mau bimbingan tapi maunya ada temannya, terus teman kamu mendadak engga bisa, kamu jadi engga bimbingan. Mau ke tempat observasi, minta diantar sama teman/pacar. Mendadak mereka sakit atau halangan lainnya, kamu engga jadi pergi. Kapan selesainya skripsi kamu? Belajarlah untuk tidak selalu mengandalkan orang lain, karena mereka pun punya kesibukannya masing-masing, dan kamu engga selamanya bisa mengandalkan mereka. Ada kalanya kamu harus berjuang sendiri.
14. Berdoa. Ini adalah hal penting yang tidak boleh terlupakan. Setelah kamu sudah berusaha keras, jangan lupa untuk berdoa dan minta doa restu kepada orang tua juga penting agar perjalanan kamu dalam mengerjakan skripsi menjadi lebih mudah.
Well, kira-kira itulah tips yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi yang akan atau sedang menyusun skripsi. Ingat, kamu kuliah engga gratis, beasiswa yang dikasih juga ada batasnya, dan teman-teman kamu satu persatu—bahkan yang paling dekat dan yang paling kamu andalkan—akan meninggalkan kamu dengan urusannya masing-masing. So, jangan menunda-nunda untuk segera lulus.
Skripsi, siapa takut!
7:34 PM
Haus der Worter



Posted in: 


3 comments:
widiih, emang ada feel nya ya kalo nulis sebuah pengalaman haha
hahaha iyalah min, lebih greget gimana gitu :D
kalo sempet kunjungin juga blog alay amineco.blogspot.com kasih saran dah. ditunggu ya saran dari Nabila S.Pd
Post a Comment