Lama ga menyentuh blog gue yang satu ini, kangen banget nge-blogging. Pada kesempatan kali ini kayanya gue mau sedikit bercerita tentang apa yang sedang gue jalani saat ini, ga lain dan ga bukan adalah program menabung. Program ini sudah gue tekuni sejak kelas XII dan sudah berhasil memenuhi target.
Ada yang berbeda dengan program menabung gue kali ini. Kalau dulu gue harus nabung Rp 7.000,- per harinya, sekarang gue nabung Rp 5.000,- per lima hari. Jadi kalau dulu sebulan gue mendapatkan Rp 210.000,- sekarang hanya Rp 100.000,- MIRIS! Perbedaan berikutnya adalah, kalau dulu uang yang gue tabung ga boleh diganggu gugat sama sekali sampai uang tersebut memenuhi target untuk membeli barang-barang yang gue inginkan, sekarang lebih fleksibel. Gue bisa mengambil uang tersebut kapan saja gue "perlukan". Konteks "diperlukan" di sini bukan berarti saat gue mau jajan, beli buku, atau apa lantas gue pakai uang tabungan tersebut. Melainkan jika ada sesuatu yang sifatnya penting banget (untuk urusan gue pastinya).
Selanjutnya adalah kalau program pertama gue sampai puasa-puasa demi menabung, mulai dari puasa bayar utang, puasa sunah, sampai puasa ga jajan demi tidak menjajankan uang tersebut. Jadi kalau gue ga bawa bekal dan gue dikasih uang untuk makan, gue memilih untuk menahan lapar dan menabungkan uang tersebut. Tidak jarang gue sering merasa kelaparan saat program pertama ini. Namun sekarang gue menghapuskan sistem tersebut, kalau gue lapar gue akan membeli makanan. Hanya saja kondisi gue jadi lebih memprihatinkan. Langsung menyisihkan Rp 25.000,- membuat gue ke kampus hanya bermodalkan ongkos Rp 8.000,- dan simpanan uang gue terkadang cuma Rp 10.000,- bahkan pernah kurang. Bisa dibayangkan ke kampus yang tempatnya ga sedekat sekolahan, dan terkadang ada aja biaya tidak terduga yang harus kalian keluarkan saat lagi di kampus, tapi kalian cuma megang uang Rp 10.000,- itu rasanya nyesek banget. Benar-benar mahasusah! Menyedihkan! Memprihatinkan! Terkadang gue berpikir modal nekat banget gue ke kampus cuma bawa uang segitu. Jadi ujung-ujunganya gue tetap aja ga bisa jajan kan? Kalau ada pungutan biaya tiba-tiba atau diajakin apalah, jangan heran kalau gue selalu bilang gue ga punya uang, karena itu memang kondisi yang sebenarnya. Kalau gue punya uang, gue ga akan menabung sampai ngos-ngosan kaya gini.
Lebih fleksibel namun tidak menghilangkan unsur menyiksa dalam menabung gue ini bukan berarti gue ga punya target yang ingin gue capai. Tapi target itu ga berpacu dengan waktu yang mana harus ada bulan apa, tapi sebulan cuma bisa mengumpulkan Rp 100.000,- itu rasanya benar-benar menyedihkan. Tapi mau gimana gue ga punya cukup uang untuk menambah minimal uang yang gue tabung. Apalagi gue nabung seminggu cuma 5 hari, kalau dulu nabung benar-benar setiap hari.
Tujuan gue nabung JELAS! Gue mau membeli apa aja yang gue mau sesuka gue kapan pun itu. Gue sudah tidak berharap dari yang namanya dibelikan. Kalau mau dibelikan syukur, kalau ga ya sudah, gue mampu beli sendiri. Hanya saja untuk mencapai itu bukanlah hal yang mudah. Uang yang gue tabung ini untuk keperluan gue dan juga untuk orang yang gue anggap penting yang gue tahu pasti akan ada kebutuhan di luar dugaan suatu saat nanti. Dengan gue menabung ini gue akan selalu siap jika harus ada sesuatu yang dibeli.
Semoga gue ga akan pernah menyerah sama program menabung ini sampai kapanpun itu.
12:26 PM
Nabilla's Pages
Posted in: 


0 comments:
Post a Comment