Hari ini, tepatnya Senin 7 Mei 2012 merupakan hari ulang tahun gue. Well, happy 19th birthday for me. Semoga di usia gue yang ke-19 ini gue bisa menjadi lebih dewasa dalam hal apapun, baik dalam bersikap, berpikir, menghadapi masalah, maupun yang lainnya. Mudah-mudah shalat gue bisa lebih baik dari sebelumnya, tidak menunda-menunda, atau bahkan mepet dengan waktu shalat lainnya. Bisa lebih semangat lagi belajarnya, IP naik, IPK bagus, amin. Bisa lebih mahir lagi masaknya dan lebih bisa mengontrol amarah. Gue juga berharap di umur gue yang ke-19 ini gue bisa kembali mendapatkan kebahagiaan gue dalam segala hal yang gue rasa ga perlu untuk disebutkan satu-persatu.
Terima kasih banyak untuk semua orang yang telah mengucapkan dan mendoakan gue hari ini, semoga doa kalian dikabulkan oleh Allah, amin. Mulai dari yang doanya jadi anak berbakti, sukses kuliahnya, IP bagus, IPK bagus, sukses segala-galanya, murah rezekinya, dapat jodoh yang terbaik, dapat kejelasan status, ga digantungin, sampai yang cepat move on pun juga ada, ga ada yang doain gue dapat pacar nih ceritanya. Doa kalian begitu berarti buat gue, karena doa kalian tidak bisa dinilai harganya. Terima kasih juga buat teman-teman gue atas kadonya.
Ada yang spesial pada hari ulang tahun gue kali ini, karena tadinya gue berpikir orang yang paling berarti dalam hidup gue; orang yang gue sayang ga akan ada di hari gue ini. Karena gue tahu yang bersangkutan sedang berada di luar negeri. Gue tadinya ga berharap banyak di hari gue ini. Bahkan saat gue bangun tidur tadi pagi gue berkata dalam hati, "Happy sad 19th birthday for me. Ada yang kurang hari ini, ga ada kamu di dekat aku". Gue pun menjalani hari ini seperti hari-hari biasanya semenjak orang itu pergi ke luar negeri. SMS sudah mulai memenuhi handphone gue mulai dari gue bangun tadi. Sesampainya gue di kampus gue mencoba untuk mengalihkan (sedikit) kesedihan gue dengan mendengarkan lagu. Berhubung gue hari ini masuknya lebih pagi alias dimajuin, dan seperti biasanya gue selalu datang saat kampus masih sepi, belum ada teman gue yang datang, gue pun nyanyi-nyanyi sambil mendengarkan lagu untuk mengusir rasa sedih gue. Sambil terkadang membalas SMS mulai dari teman-teman gue sampai yang ga gue tahu itu nomor siapa, maklum orang terkenal.
Dalam hati gue tahun ini benar-benar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, gue ga bersama dengan orang yang paling berarti dalam hidup gue. Jangankan bersama, ucapan pun tidak gue dapatkan tahun ini. Gue tahu betul kenapa gue ga mendapatkan itu semua. Orang tersebut lagi ke luar negeri untuk beberapa hari dan nomor ponselnya belum di-setting untuk dapat berkomunikasi antar negara. Rencana gue hancur semuanya begitu tahu kalau orang tersebut sedang pergi ke luar negeri. Apalagi kalau ingat kronologisnya waktu orang itu akan berangkat. Sebelumnya memang sudah ada rencana untuk ke luar negeri, hanya saja karena ada beberapa halangan, sehingga keberangkatannya pun ditunda hingga bulan April. Menjelang akhir Maret gue udah was-was karena gue tahu April akan datang, dan itu berarti orang itu akan segera ke luar negeri. Awal sampai pertengahan masih aman, dan gue berpikir diakhir ga mungkin karena orang itu masih ada keperluan. Tapi sesuatu yang sangat tidak disangka tiba-tiba aja terjadi, gue mendapat sms yang isinya kalau orang itu sudah berangkat. Saat gue membalas sms tersebut sudah tidak bisa, alias pending, dan itu berarti dia sudah terbang di udara. Rasanya nyesek banget tiba-tiba ditinggalin, apalagi gue ga tahu sama sekali tentang keberangkatannya itu. Dan yang lebih ga gue sangka ternyata benar-benar diakhir April banget berangkatnya. Bahkan gue ga tau kapan pulangnya. Satu hal yang gue ingat waktu keberangkatannya ditunda, orang itu bilang sama gue akan di luar negeri sampai 12 hari. Terakhir gue ketemu pun itu secara tidak disengaja, dimana orang itu mengenakan baju yang gue kasih sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu.
Gue tahu alasannya kenapa orang itu tidak memberitahukan kalau mau pergi. Selain memang suka membuat kejutan, orang itu berkata tidak mau kalau gue jadi terus kepikiran kalau sudah bilang dari sebelumnya, dan takut gue semakin ga rela kalau bilang dari jauh-jauh hari. Gue akui, memang gue kepikiran kalau sudah tahu rencananya akan pergi. Tapi untuk yang satu ini, ini bukan kejutan. Ini juga bukan masalah ga rela atau kepikiran. Tapi rasanya sedih banget. Padahal waktu itu sudah pesan mau meminjam kamera gue, kalau orang itu pinjam gue bisa mengira-ngira kapan berangkatnya, tapi ternyata perginya mendadak banget, dan orang itu pun ga jadi meminjam kamera gue. Padahal kalau gue tahu kapan berangkatnya, gue sudah merencanakan untuk memberikan beberapa benda yang dapat dibawanya selama di sana, tapi semua itu sirna. Sejak orang itu berangkat, semangat gue langsung hilang dalam sekejap, rasanya ga ada gairah buat melakukan sesuatu. Kerjaan gue cuma nungguin orang itu pulang, mendengarkan kalau ada pesawat lewat, siapa tahu aja di dalamnya ada orang itu.
Gue selalu berdoa biar selama orang itu lagi berada di luar negeri, orang itu akan selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah baik saat di sana, maupun saat perjalanan pulang. Gue ga minta dan ga pernah minta apa-apa dari orang tersebut. Tapi untuk hari ulang tahun gue kali ini, dengan nanti pulangnya orang itu dengan selamat tanpa kekurangan apapun, itu sudah menjadi hadiah yang paling indah buat gue, karena bagi gue itu sudah lebih dari cukup. Pulang dengan selamat sampai tujuan tidak bisa dinilai harganya jika dibandingkan dengan suatu barang. Setelah orang itu pulang, gue pengin banget ketemu, melepaskan kerinduan. Hal pertama yang akan gue lakukan kalau ketemu adalah menggenggam tangannya, menggenggam yang menandakan gue senang orang itu sudah pulang, betapa kehilangannya gue selama orang itu pergi, kemudian memeluknya dengan erat sebagai arti gue senang orang itu pulang dengan selamat dan gue benar-benar merindukannya, sekaligus tersirat makna jangan tinggalkan gue lagi, apalagi tanpa memberitahu sebelumnya.
Tapi tiba-tiba aja semua itu berubah dalam sekejap. Di dalam kejenuhan gue saat lagi belajar bahasa inggris. Karena gue tahu banget gue lagi ditinggalin, jadi seperti biasanya handphone gue letakin di meja, gue biarin gitu aja. Pas lagi baca-baca soal tiba-tiba aja ada kedip-kedip dari handphone gue, dan itu pas banget gue emang lagi memandang-mandang handphone gue. Pas tahu ada SMS masuk, gue sama sekali ga ada pikiran apa-apa, gue cuma berkata dalam hati "Eh ada SMS", gue pun membuka SMS tersebut dan caraaaaaammm, tiba-tiba gue langsung tersenyum lebar ketika mengetahui siapa yang SMS gue. YES, he send me a text message! Kalau bukan karena lagi di kelas mungkin gue sudah teriak sambil lompat-lompat kegirangan. Ga bisa diungkapkan dengan kata-kata deh pokoknya gimana senangnya gue tadi. Setelah 9 hari sebelumnya suasana hati gue mendung banget, sekejap langsung cerah, muka gue langsung sumringah. Gue pun langsung dengan semangat membalas SMS-nya.
WHAT A BEAUTIFUL DAY!
Tepat di hari ulang tahun gue, sesorang yang paling gue tunggu kehadirannya, tiba-tiba aja muncul dengan SMS gue, itu rasanya ga bisa diungkapkan sama sekali. Orang itu pulang dengan selamat tanpa kekurangan apa pun aja gue sudah senang banget, ditambah dengan datang di waktu yang tepat dengan ucapannya, itu menjadi hadiah terindah banget buat gue. Hadiah yang ga ternilai harganya, yang ga bisa dibeli dengan apapun. Makasih banget telah mengembalikan keceriaan gue. Allah emang tahu apa yang gue mau, Allah menyimpan hadiah terindah buat gue yang diberikan di hari ulang tahun gue ini.
Well, sekali lagi
Happy charmed 19th birthday for me!!!
Today is May, today is my day, and today is my birthday, and thank you for be my day, love you :*
8:30 PM
Haus der Worter
Posted in: 


0 comments:
Post a Comment