Thursday, April 21, 2011

Melupakan?

Well, blog gw yang kali ini diilhami dari kisah temen gw pas lagi curhat tentang kegalauannya. Jadi temen gw ini abis diputusin cowoknya, ya ga baru-baru banget sih, kira-kira udah beberapa bulan yang lalu. Tapi dia masih galau banget, keinget-inget terus sama cowoknya, sampai salah satu temen gw nyuruh nanya ke gw karena katanya gw berpengalaman. Gw juga bingung berpengalaman apanya coba? Mungkin karena masalah-masalah yang gw hadapi kali (sok tau :p). Sampai dibilang dokter cinta segala lagi, ya terserah mereka lah mau menyebut gw apa selama itu masih dalam arti positif.

Jadi hal yang pertama setelah gw dengarkan keluhannya (kan katanya gw dokter) itu dia nanya gimana sih cara melupakan sang mantan. Ini selalu menarik bagi gw untuk memberikan solusinya, karena dari sekian banyak temen yang curhat ke gw kalau abis diputusin pasti question number one is, how to forget all about him? Well, dalam menjawab semua pertanyaan yang temen-temen gw butuhkan selain gw ilhami dari kehidupan gw sendiri, tapi juga berusaha untuk membayangkan jika gw ada di posisi mereka, jadi dengan gw membayangkan berada di posisi mereka, saat gw memberikan saran ke temen gw, itu juga berarti gw memberikan saran yang terbaik pada diri gw pribadi kalau gw mengalami hal yang sama (agak belibet-libet ya).

Dari sekian banyak temen gw yang bertanya bagaimana cara melupakannya, gw selalu menjawab "ga usah dilupain, kita ga bisa ngelupain orang yang udah pernah menjadi bagian dari hidup kita, apalagi orang itu udah dekat dan berarti banget dalam hidup kita". Kenapa gw katakan seperti itu? Sekarang gini deh, kita kenal sama A, terus kita udah deket banget sama dia sampai akhirnya kita suka, terus pacaran, apalagi kalau pacarannya udah dalam hitungan tahun (yang bulan aja galaunya naujubila kalau diputusin), tiba-tiba putus ditengah jalan. Sakit, jelas. Kita berusaha untuk melakukan berbagai cara agar bisa melupakannya, mulai dari membuang barang-barang yang dia berikan, menghapus atau membuang foto-foto bersamanya, menghapus kontaknya, demi membuangnya dari pikiran kita. Semudah itu ngelupain orang? Apa segampang itu melupakan orang yang kita kenal? Kita ga bisa ngelupain orang yang udah kita kenal, semua itu udah terekam dalam memori kita. Kalau mau melupakan dia, cara yang paling ampuh ya amnesia. Selain kalian bakal lupa sama orang yang udah pernah nyakitin hati kalian, tapi kalian juga bakal lupa dengan jati diri kalian, apa kalian rela sampai segitunya?

Selain itu, tanpa kalian sadari, semakin kalian berusaha untuk membuangnya dari ingatan kalian, semakin kalian ingat pula dengannya. Karena kita pasti akan terkenang dengan apa-apa saja yang udah kita lalui bersamanya. Yang ada bukannya ngelupain, tapi malah nangis, terus kepikiran lagi sampai berlarut-larut. Kalau ada orang yang bilang "ah gw udah lupa sama dia" itu bohong namanya. Apa iya udah bener-bener lupa? Sampai ga inget namanya siapa, orangnya yang kaya gimana, dan segala macemlah. Mungkin bahasa yang lebih tepat "dia masa lalu gw".

Yang bisa gw kasih saran ke temen gw yang bertanya tentang pertanyaan yang tadi adalah ga usah dilupain, biarkan waktu aja yang menjawab, seiring dengan berjalannya waktu pasti kita akan menemukan pasangan yang jauh lebih baik daripada dia. Itu memang salah satu kelemahan wanita, terlalu terlarut dalam suatu masalah, yang terkadang membuat mereka kesusahan sendiri. Sesuatu yang seharusnya jadi pengalaman, mereka jadikan sebuah penyesalan. Kalau memang kita ingin berusaha agar kita tidak teringat dengannya, coba dimulai dari jangan membuka sesuatu yang berkaitan dengannya, jangan terlalu banyak sendirian yang membuat pikiran kita akan memikirkannya jika terlalu banyak melamun karena kesepian. Jika memang masih belum mempan juga, cobalah untuk mengingat keburukannya. Bagaimana dia yang tadinya begitu baik tapi tiba-tiba tega membuat kalian sakit. Dia yang dulu selalu berkata akan selalu ada buat kalian, tapi kenyataannya dia memutuskan kalian. Pikirin aja dia sekarang senang-senang dengan perempuan lain yang dia suka, sedangkan kita di sini menangis memikirkannya yang telah tersakiti. Perbanyak kegiatan positif, sehingga kalau kita sudah disibukkan dengan suatu kegiatan, maka frekuensi kita untuk memikirkannya akan berkurang. Sebetulnya yang paling tau gimana cara yang paling ampuh itu sih diri kita sendiri yang mengalami, karena bagaimanapun saran seseorang, tapi kalau bertolak belakang dengan apa yang kita rasakan, jelas kita akan menolak mentah-mentah semua saran itu.

Perjalanan masih panjang kawan, apa iya kalian rela masa depan kalian yang seharusnya begitu cerah dan cemerlang kandas begitu saja hanya karena masalah cinta? Kita masih muda kok, dan kita masih terlalu dini untuk menentukan pilihan pasangan hidup. Masih banyak lelaki di luar sana yang jauh lebih baik daripada mantan kita, seseorang yang memang akan selalu ada untuk kita, atau mungkin kelak yang akan mendampingi kita. Seiring dengan berjalannya waktu semua itu akan terjadi dengan sendirinya. Putus cinta bukan berarti akhir dari segala-galanya. Jadikan saja itu sebuah pengalaman yang berharga, jangan dijadikan suatu penyesalan yang berlarut-larut.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo