Ya Allah, Engkau Maha Melihat segala yang ada di dunia ini.
Engkau melihat apa saja yang telah hamba perbuat.
Sesungguhnya hamba tahu bahwa apa yang telah hamba buat adalah salah.
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui.
Engkau tahu kapan saat hamba berkata jujur, dan kapan saat hamba berdusta.
Ya Allah, Engkau tahu bahwasannya hamba berkata jujur akan hal yang ditanyakan oleh orang itu.
Engkaulah yang tahu sebenarnya.
Tapi mungkin pikiran orang itu sudah terlalu tertutup untuk menerima perkataan hamba sekalipun itu adalah kejujuran.
Engkau juga tahu apa yang ada di dalam hati hamba.
Engkau tahu hamba tidak pernah sekalipun ada niat untuk mengganggu kehidupannya.
Jangankan hamba mempunyai niat, terlintas sekali di benak hamba pun tidak pernah.
Ya Allah, hamba tahu bahwa hamba telah salah mencintai seseorang.
Tapi Engkau juga tahu betapa hamba sangat mencintainya dan tidak mampu melepaskannya.
Engkau tahu bagaimana rasa sayang hamba kepadanya.
Ya Allah, sebenarnya siapa dia?
Dulu hamba hanya sekedar senang dengannya.
Tapi kenapa Engkau biarkan benih-benih cinta tumbuh untuknya?
Perasaan yang seharusnya tidak boleh hamba rasakan untuknya.
Kini benih itu terus tumbuh dan akar-akarnya semakin menguat.
Terlambat sudah bagi hamba untuk mencabut akar-akar tersebut.
Ya Allah, mengapa tidak Engkau hadirkan hamba lebih awal untuknya?
Dan kenapa dia tidak Engkau ciptakan untukku?
Dia memang hadir dalam kehidupan hamba.
Tapi dia tidak bisa menjadi pendamping hamba.
Disaat hamba tahu pasti akan bahagia jika hidup bersama dengannya.
Tapi disaat itu pula hamba tahu itu tidak akan mungkin terwujud.
Mengapa Engkau pertemukan hamba dengannya?
Adakah rahasia dibalik itu semua?
Adakah Engkau menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya?
Seseorang yang (juga) dapat meluluhkan hati hamba yang sudah terlanjur terpaut untuknya.
Yang kelak dapat menjadi pendamping hamba.
Ya Allah, hamba tahu satu-satunya jalan agar hamba tenang adalah keluar dari kehidupannya.
Keluar dan menjauh untuk selamanya.
Tidak hanya hamba yang akan merasa tenang.
Tapi dirinya juga tidak akan pernah tersakiti lagi.
Hanya saja itu tidak dapat hamba lakukan.
Engkau tahu bagaimana hamba sangat membutuhkannya di sisi hamba.
Hamba masih selalu membutuhkan semangat dan nasihat yang selalu dia berikan.
Ya Allah, walaupun dia tidak bisa menjadi milik hamba.
Izinkanlah hamba untuk tetap dapat selalu mencintainya.
Untuk tetap menyimpannya di dalam hati hamba.
Karena walau bagaimanapun dia sudah menjadi bagian dalam hidup hamba.
Dan izinkanlah hamba agar tetap bisa dekat dengannya.
Untuk tetap bisa selalu bertemu dan berkomunikasi dengannya.
Bukankah Engkau yang menyuruh umatnya untuk tetap selalu menjaga silaturahmi agar tidak terputus?
7:29 PM
Nabilla's Pages
Posted in: 


0 comments:
Post a Comment