Semakin hari nampaknya saya semakin 'gerah' dengan perilaku masyarakat Indonesia yang terlalu sibuk ikut campur dengan urusan negara lain ketimbang mengurusi negaranya sendiri. Bahkan mereka terkesan lebih mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi negara lain daripada masyarakat dari negara itu sendiri. Memang bukan orang Indonesia namanya jika tidak sok tahu. Bukan orang Indonesia namanya jika tidak suka mencampuri urusan orang lain. Bukan orang Indonesia namanya jika lebih mengetahui urusan negara daripada urusan negaranya sendiri.
Tepat pada 17 Agustus 2013 Indonesia merayakan hari kemerdekaannya ke-68. Namun tidak sedikitpun saya merasakan adanya semangat kemerdekaan, terutama dari lingkungan sekitar rumah saya. Bahkan yang lebih menyedihkannya lagi, di sekitar rumah saya, hanya rumah saya yang memasang bendera. Dan hanya rumah-rumah yang sudah mendekati pintu utama saja yang dapat saya pastikan memasang bendera. Padahal apalah susahnya memasang bendera. Dan hal ini hanya dilakukan setahun sekali, segitu beratnyakah bagi kalian memasang bendera untuk merayakan hari kemerdekaan negara kalian sendiri?
Katanya masyarakat Indonesia selalu menjunjung tinggi nasionalisme. Tapi mana buktinya? Jika hal yang paling mudah saja kalian tidak mau melakukannya. Bahkan untuk merayakan hari kemerdekaan negaranya sendiri saja tidak mau. Kalian tidak lagi harus berperang yang mengakibatkan pertumpahan darah. Kalian tidak lagi harus bersembunyi karena takut nyawa kalian akan terenggut oleh para penjajah. Kita sudah merdeka! Kita sudah dapat bersantai tanpa perlu memikirkan taktik apa yang harus dilakukan untuk mengusir para penjajah. Kita hanya tinggal menikmati hasil dari para pahlawan yang sudah berkorban hingga titik darah penghabisan demi membela tanah air. Dan setiap kali hari kemerdekaan tersebut tiba, tugas (utama) kita hanyalah memasang bendera. Ya, semudah itu! Tentu hal ini tidak sebanding dengan pengorbanan para pahlawan kita. Tapi apa? Kenyataannya hal yang paling mudah inilah yang tidak mau kalian lakukan. Bagaimana jika setiap memperingati hari kemerdekaan kalian diwajibkan untuk mendatangi makam para pahlawan? Mungkin hanya segelintir orang saja yang (benar-benar) mau melakukannya.
Itulah kebiasaan orang Indonesia, malas dalam berbagai hal. Bahkan ketika mereka sudah memasang bendera pun mereka terlalu malas untuk menurunkannya. Tidak jarang saya melihat banyak bendera yang lebih dari sebulan masih terpasang, dan dibiarkan begitu saja ketika hujan datang. Saya ingat sekali selama saya sekolah, jika turun hujan maka anggota dari Paskibra sekolah dengan sigapnya segera menurunkan bendera. Bagaimana bisa menjamin bahwa masyarakat Indonesia akan benar-benar mengeluarkan jiwa nasionalisnya ketika (mungkin) negara Indonesia mengalami hal serupa seperti sebelum merdeka? Mungkin negara ini akan hancur dalam sekejap jika melihat sikap masyarakatnya yang sangat tidak peduli.
Padahal sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 7 Ayat 3 menyatakan bahwa Bendera Negara wajib dikibarkan setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Apa peraturan tersebut kurang jelas? Kalian bisa membaca lebih lengkapnya Undang-Undang tersebut yang berisi tentang bendera, bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009.
Sedih rasanya melihat sikap masyarakat Indonesia yang sudah semakin tidak peduli dengan negaranya, dan semakin sok tahu dan ikut campur dengan negara orang lain. Percayalah, kalian tidak tahu apa-apa tentang negara mereka, kalian hanya 'termakan' oleh media yang juga hanya mengetahui sebatas pengelihatan mereka saja. Kalian tidak mengetahui akar permasalahan yang dihadapi oleh negara lain. Stop mengurusi urusan orang lain!
*Inilah beberapa foto yang dapat saya ambil dari sekitar rumah saya.
| Bisa dilihat sendiri dari sekian rumah, hanya rumah saya yang memasang bendera |
| Lagi-lagi hanya satu rumah yang memasang bendera |
1:24 PM
Haus der Worter
Posted in: 


0 comments:
Post a Comment